Pengertian Access Point Beserta Fungsi

Pengertian Access Point Beserta Fungsi

Pengertian Access Point Beserta Fungsi – Sekarang ini mudah sekali menemukan café-café yang menyediakan akses wifi secara gratis untuk menarik pengunjung. Banyak ruang publik seperti mall, taman kota, bandara. Hingga rumah sakit juga menyediakan akses internet via wifi.

Internet sudah menjadi kebutuhan sehari-hari banyak orang. Apalagi dengan berkembangnya smartphone. Yang menyediakan berbagai layanan yang dapat memudahkan kehidupan manusia.

Di kantor-kantor, terutama kantor yang berhubungan dengan teknologi biasanya juga menyediakan wireless access point. Sebab penggunaan jaringan nirkabel lebih murah dan praktis dibanding menggunakan kabel. Jumlah penggunaan access point bergantung luas jaringan yang diperlukan. Misalnya untuk rumah yang lingkupnya kecil, hanya akan memerlukan satu access point.

Namun perusahaan besar, atau ruang publik yang luas seperti rumah sakit atau mall akan membutuhkan beberapa access point. Dengan penempatan beberapa access point, user atau pengguna dapat tetap terhubung ke jaringan.

Meskipun berpindah-pindah lokasi. Secara otomatis perangkat yang digunakan oleh user akan berpindah dari satu access point ke access point lainnya. Tanpa perlu memutuskan koneksi.

Mungkin anda sudah terbiasa menggunakan access point untuk menghubungkan perangkat. Seperti laptop, PDA, atau smartphone anda ke jaringan internet. Namun mungkin anda tidak benar-benar tahu mengenai apa itu access point, apa fungsinya, serta bagaimana cara kerjanya. Nah, pada artikel kali ini akan membahas seputar pengertian access point, beserta fungsi dan cara kerjanya.

Pengertian Access point

Access point merupakan sebuah perangkat dalam jaringan komputer yang dapat menciptakan jaringan lokal nirkabel atau WLAN (Wireless Local Area Network). Access point akan dihubungkan dengan router atau hub atau switch melalui kabel Ethernet dan memancarkan sinyal wifi di area tertentu. Untuk dapat terhubung dengan jaringan lokal yang telah dikonfigurasikan tersebut, perangkat harus melalui access point.

Access point terdiri dari antenna dan transceiver, dan bertindak sebagai pusat pemancar dan penerima sinyal dari dan untuk client server. Access point tidak dapat mengatur aliran data seperti router, access point hanya akan menyambungkan atau tidak menyambungkan suatu perangkat yang mencoba untuk terhubung dengan jaringan, berdasarkan benar atau tidaknya password yang diberikan pengguna perangkat.

Misalkan anda ingin menyediakan akses wifi di ruang kerja atau kamar anda, namun router yang anda miliki di rumah tidak menjangkau area tersebut, maka anda bisa memasang access point.

Dengan access point, jumlah perangkat yang terhubung dengan jaringan akan jauh lebih banyak. Namun anda juga tetap dapat membatasi siapa yang dapat terhubung, sebab pengguna harus mengetahui password yang diminta access point untuk dapat masuk ke jaringan lokal anda.

Fungsi Access point

Access point berfungsi untuk mengizinkan atau menolak perangkat yang memiliki akses wifi (misalnya laptop, PDA, smartphoe, dkk) untuk terhubung dengan jaringan lokal yang sama. Secara lebih rinci, access point memiliki fungsi sebagai berikut:

  1. Untuk memancarkan atau mengirimkan sinyal koneksi data dan internet melalui gelombang radio. Semakin baik kekuatan sinyal access point, maka area jangkauannya pun akan semakin luas. Ukuran sinyal biasanya di tuliskan dalam satuan dBm atau mW.
  2. Sebagai Hub, access point akan menghubungkan jaringan lokal yang menggunakan kabel dengan jaringan nirkabel atau wireless.
  3. Untuk mengatur agar access point berfungsi sebagai DHCP (Dynamicc Host Configuration Protocol) Server. Dengan demikian, secara otomatis access point akan dapat memberikan IP Adrees untuk setiap perangkat yang terhubung.
  4. Untuk mengatur akses yang didapatkan suatu perangkat. Akses tersebut diatur berdasarkan MAC Address (Media Access Control) yang merupakan identifikasi unik yang dimiliki oleh network card perangkat.
  5. Untuk menerapkan fitur keamanan Wired Equivalent Privacy atau WEP dan Wi-Fi Protected Access atau WAP. WEP atau yang sering disebut Shared Key Autenthication, merupakan metoda pengamanan jaringan nirkabel (wireless) dengan otentifikasi kecocokan kunci yang di berikan client pada access point. Sedangkan WAP merupakan metoda keamanan yang dibuat untuk melengkapi metoda WEP dengan menambahkan decryption.

Cara Kerja Access point

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, bahwa access point merupakan gerbang penghubung perangkat nirkable deng jaringan lokal. Access point bekerja dengan menyediakan koneksi antara jalur data sinyal RF yang dibentuk oleh wifi dengan jalur data elektrik yang dibentuk oleh kabel Ethernet. Selain itu, access point juga melakukan pengontrollan akses, enkripsi data, toleransi kesalahan, serta manajemen jaringan.

fungsi access point

Ketika terdapat perangkat client yang mencoba mengakses jaringan melalui access point, access point akan menentukan untuk mengijinkan atau tidak mengijinkan perangkat tersebut untuk terhubung dengan jaringan. Untuk melakukan ini, access point akan menjalankan fitur kontrol pengaksesan yang dimilikinys. Kemudian fitur keamanan access point akan bekerja.

Access point akan mengenkripsi sandi, memeriksa kecocokan sandi pada access point dengan sandi yang diberikan perangkat. Perangkat tersebut akan diijinkan terhubung dengan jaringan jika sandi yang diberikan cocok.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Pengertian Harddisk Beserta Dan Cara Kerja

Selanjutnya access point akan berfungsi sebagai DHCP yang memberikan alamat IP untuk perangkat tersebut. Misalkan anda mencoba mengakses internet melalui jaringan wireless di sebuah café. Maka sirkuit jaringan nirkabel pada perangkat mobile anda akan mengkoneksikan diri dengan access point pada café tersebut.

cara kerja access point

Setelah terkoneksi dengan access point, jendela peramban (browser). Yang kita buka akan menampilkan laman berisi permintaan untuk memasukkan kata sandi agar anda bisa terhubung dengan jaringan. Jika kata sandi yang anda masukkan tepat, access point akan mengijinkan anda untuk terhubung dengan jaringan.

Access point akan memberikan alamat IP kepada perangkat anda sehinga perangkat dapat berkomunikasi dengan perangkat lain dalam jaringan lokal.

Demikian artikel mengenai pengertian access point beserta fungsi dan cara kerjanya ini. Dengan menggunakan access point, jangkauan koneksi serta jumlah perangkat yang dapat terhubung dengan jaringan lokal anda bisa bertambah. Selain itu penambahan perangkat dapat dilakukan dengan cepat dan mudah.

Pengertian Repeater Beserta Fungsi

Pengertian Repeater Beserta Fungsi

Pengertian Repeater Beserta Fungsi – Apakah Anda pernah mengalami kesulitan mendapatkan koneksi wifi di rumah. Maupun di kantor karena koneksi wifi berada di luar jangkauan?

Tentu setiap orang yang berlangganan paket internet tidak ingin dirugikan dengan keterbatasan jangkauan akses sinyal wifi. Namun karena beberapa hal, seringkali kita mengalami gangguan. Untuk mendapatkan jangkauan wifi yang berada di sekitar kita.

Jika kita menempatkan PC atau pun laptop kita cukup jauh dari pemancar wifi. Maka kita akan kesulitan menangkap sinyal wifi tersebut. Sebagai contoh lain jika kita berada di ruang tertentu. Dimana terdapat sekat pemisah cukup banyak yang memisahkan kita dari transmitter wifi. Maka kita juga akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan sinyal wifi tersebut.

Nah untuk mengatasi hal tersebut, kita bisa menggunakan sebuah perangkat yang dinamakan repeater. Perangkat ini biasanya berbentuk seperti box dengan beberapa antena, minimal 2 antena (beberapa tipe lain ada yang tidak dilengkapi antena). Lebih lanjut mengenai pengertian repeater beserta fungsi dan cara kerjanya, simak penjelesannya dibawah ini.

Pengertian Repeater

Repeater merupakan perangkat yang berfungsi untuk menerima sinyal yang berisi data dalam suatu jaringan. Dengan menggunakan repeater maka jangkauan jaringan akan lebih luas. Repeater menerima sinyal dan kemudian memancarkan kembali sinyal yang identik dengan sinyal asal, tetapi dengan cara yang berbeda. Umumnya repeater memancarkan kembali sinyal tersebut dalam frekuensi yang berbeda dari frekuensi sinyal asal.

Oleh karena fungsi utamanya, yaitu untuk memperluas jangkauan jaringan wifi, maka repeater ini sering juga disebut sebagai wifi extender. Selain itu karena juga berfungsi sebagai penguat sinyal.

Maka terkadang orang dan teknisi jaringan juga sering menyebut repeater sebagai wifi booster. Jadi jika Anda menemui istilah tersebut di pasaran. Anda tidak perlu bingung karena semuanya merujuk pada perangkat yang sama, yaitu repeater.

Repeater sendiri terdapat beberapa macam tipe, yaitu 1) telephone repeater, 2). Optical communications repeater, dan 3) radio repeater. Masing-masing repeater memiliki fungsi spesifiknya tergantung peruntukkannya.

Tipe repeater yang pertama adalah telephone repeater. Sesuai dengan namanya, Anda pasti sudah bisa menebak. Telephone repeater adalah jenis repeater yang digunakan pada saluran telepon.

Pada saluran kabel telepon, biasanya sinyal akan terdegradasi karena jarak tempuh yang jauh. Oleh karena itu repeater harus digunakan agar sinyal yang diterima oleh pengguna telepon jelas.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Awal Mula Komputer Pribadi

telephone repeater

Pada telepon, sinyal dikirimkan secara dua arah. Hal ini menyebabkan sistem kerja repeater pada telephone repeater ini lebih kompleks. Pada sistem ini tidak boleh terjadi interfensi antara gelombang sinyal yang satu dan yang lainnya.

Untuk menghindari adanya feedback yang mungkin akan menggangu alur komunikasi. Selain di darat, telephone repeater juga digunakan sebagai sarana komunikasi di bawah laut. Atau yang lebih dikenal dengan istilah submarine cable repeater.

Jenis repeater yang kedua adalah optical communications repeater. Repeater ini berfungsi untuk memperkuat jangkauan sinyal di dalam kabel serat optik (fiber optic cable). Di dalam serat kabel optik, informasi digital secara fisik berwujud sebagai light pulses.

Light pulses (Dalam bahasa indonesia disebut pulsa cahaya) tersebut terbentuk dari foton. Foton tersebut bisa tersebar secara acak di dalam kabel serat optik.

Optical communications repeater

Untuk memperkuat sinyal, biasanya di dalam kabel serat optik terdapat fototransistor. Yang berfungsi untuk mengubah pulsa cahaya tersebut ke bentuk sinyal elektrik. Yang kemudian akan diperkuat oleh amplifier.

Setelah itu sinyal elektrik akan dikonversi kembali menjadi pulsa cahaya oleh bantuan sinar laser. Namun kini kebanyakan kabel serat optik telah bisa melakukan penguatan sinyal tanpa memerlukan transformasi pulsa dan sinyal.

Tipe repeater yang ketiga kita sebut dengan istilah radio repeater. Repeater jenis ini, seperti namanya, berfungsi untuk memperkuat sinyal radio. Pada umumnya repeater jenis ini mempunyai satu antena yang berfungsi sekaligus sebagai receiver dan transmitter. Repeater tipe ini akan mengubah frekuensi sinyal yang diterimanya sebelum dipancarkan kembali. Sinyal yang dipancarkan sinyal repeater ini akan mampu menembus objek penghalang.

Radio Repeater

Radio repeater mempunyai banyak jenis. Beberapa di antaranya adalah broadcast relay station, microwave relay, passive repeater, cellular repeater, dan digipeater. Sistem kerja repeater yang sering digunakan untuk memperkuat sinyal wifi pada jaringan komputer umumnya menggunakan repeater jenis ini.

Fungsi Repeater

Fungsi repeater adalah untuk memperluas jangkauan jaringan wifi. Perangkat keras pada repeater telah diprogram untuk menerima sinyal wifi dari transmitter untuk kemudian diperkuat. Setelah sinyal diperkuat, maka repeater tersebut akan menyebarkan kembali sinyal tadi. Dengan demikian jangkauan wifi akan lebih luas.

Cara Kerja Repeater

Repeater berfungsi untuk memperluas jangkauan jaringan wifi. Hal ini dilakukan dengan cara menerima sinyal data dan kemudian dipancarkan lagi. Sebelum dipancarkan kembali, sinyal yang telah masuk ke repeater diperkuat terlebih dahulu.

Cara Kerja Repeater

Pada dasarnya repeater mempunyai dua jenis komponen di dalamnya. Komponen yang pertama bertugas untuk menerima data sinyal dari transmitter. Sedangkan Komponen yang kedua berfungsi memancarkan kembali data sinyal tersebut. Namun sebelum data sinyal tersebut dipancarkan kembali, perangkat keras pada repeater ini akan melakukan pengubahan frekuensi sehingga sinyal data yang dipancarkan menjadi lebih kuat. Dengan demikian maka sinyal pun akan menjadi lebih kuat dan jangkauannya pun akan lebih luas.

Di dalam pemrosesan sinyal data yang masuk ke dalamnya, repeater mempunyai dua sistem yang umumnya digunakan. Sistem tersebut adalah analog repeater dan digital repeater. Pada analog repeater, sinyal data dikirimkan dalam bentuk data analog dimana konsumsi daya listrik berbanding lurus dengan amplitudo atau besarnya sinyal yang dikirimkan. Sedangkan digital repeater mengirimkan sinyal data dalam bentuk digital. Data digital dikirim dalam bentuk binary, yaitu diwakili oleh angka 1 dan 0. Selain itu digital repeater juga melakukan proses tambahan pada data sinyal yang diproses.

Pengertian Hub Beserta Fungsinya

Pengertian Hub Beserta Fungsinya

Pengertian Hub Beserta Fungsinya – Ada kalanya kita ingin melakukan pertukaran data antara komputer yang satu dan komputer yang lainnya. Cara untuk memindahkan data tentunya ada berbagai cara. Mulai dari cara yang paling sederhana sampai cara yang efisien.

Cara paling sederhana dalam pertukaran data adalah dengan cara meng-copy data. Melalui media simpan portable seperti USB flashdisk, HDD external. Maupun CD. Data yang telah dipindahkan ke media simpan portable tersebut. Kemudian dipindahkan kembali ke komputer dimana kita ingin menyimpan data tersebut.

Cara yang lebih modern yang mulai berkembang belakangan ini. Adalah dengan melakukan sinkronisasi data melalui media simpan online. Atau yang lebih dikenal dengan istilah cloud storage.

Dengan metode ini, kita bisa menyimpan data pada suatu komputer yang kemudian disinkronisasikan dengan cloud storage. Kemudian pada komputer lain kita bisa mengakses file yang terdapat pada cloud storage tersebut.

Dan melakukan sinkronisasi kembali. Maka ketika kita melakukan perubahan data pada komputer pertama. Cloud storage akan memperbaharui data yang kemudian disinkronisasi ke komputer yang lain.

Cara sinkronisasi menggunakan cloud storage memang sangat handal. Terutama untuk berbagi data ketika kita memerlukan kolaborasi dalam akses data dari komputer-komputer yang terpisah jauh. Namun cara ini kurang cocok bila kita lakukan misalnya untuk kepentingan rumah yang relatif kecil. Maupun untuk pertukaran data internal di dalam sebuah kantor.

Untuk itu biasanya kita akan menggunakan sebuah perangkat yang bisa menerima data dari komputer satu. Kemudian diteruskan ke komputer lainnya. Perangkat tersebut bernama hub atau biasanya lebih dikenal dengan istilah network hub. Di dalam artikel ini kita akan membahas mengenai pengertian hub beserta fungsi dan cara kerjanya.

Pengertian Hub

Hub atau lebih dikenal dengan istilah network hub adalah sebuah perangkat. Yang berfungsi untuk menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya dalam suatu sistem jaringan.

Komputer yang terhubung melalui hub ini dapat saling bertukar informasi satu sama lain. Namun tidak hanya terbatas pada komputer saja. Segala perangkat yang berhubungan dengan komputer dapat dihubungkan dengan hub ini.

Pada umumnya hub ini memiliki banyak port ethernet. Semua perangkat yang terhubung melalui port ini akan terhubung pada jaringan LAN, yang pada akhirnya bisa melakukan komunikasi antar perangkat untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja masing-masing perangkat.

Hub memiliki sistem kerja yang mirip dengan switch. Hanya saja jika pada switch, data yang ditransfer akan diteruskan ke port yang spesifik (port yang memang menjadi tujuannya). Sementara itu pada hub, data yang diterima akan dikirimkan ke seluruh perangkat yang terkoneksi ke dalam port tersebut. Sehingga dalam kasus ini hub tidak melakukan penyaringan maupun pengalihan ke jaringan lainnya.

Dengan demikian, jika ada sebuah hub dengan 8 port dan ada 5 port yang aktif, maka data yang masuk akan diteruskan ke 5 port yang aktif tersebut. Hal ini tentu menjamin bahwa informasi dapat terkirim dengan baik. Namun dari segi efisiensi tentu kurang bagus dikarenakan akan menghabiskan bandwidth jaringan. Oleh karena itu pada umumnya orang lebih memilih switch daripada hub.

Fungsi Hub

Pengertian Hub Beserta Fungsinya – Hub memiliki fungsi yang memungkinkan perangkat yang terhubung dengan untuk saling bertukar informasi. Dengan demikian komputer yang terhubung pada hub ini akan bisa bertukar data. Pada umumnya hub ini digunakan pada sistem jaringan LAN kecil yang memiliki kompleksitas jaringan yang tidak terlalu tinggi. Secara umum hub sendiri dibedakan menjadi 3 macam, yaitu 1) passive hub, 2) active hub, dan 3) intelligent hub.

Hub dengan 24 port

Passive hub adalah hub yang mempunyai kemampuan untuk menerima dan mengirimkan data dari dan ke komputer yang terhubung ke hub tersebut. Sedangkan active hub adalah hub yang menerima data dari perangkat yang terhubung dengannya, kemudian mempunyai kemampuan memperkuat data sebelum dikirimkan ke perangkat lain yang terhubung pada hub tersebut.

Jenis terakhir adalah intelligent hub, yaitu hub yang dilengkapi dengan fungsi-fungsi tambahan tertentu. Melalui fungsi-fungsi tambahan tersebut, hub tipe ini bisa melakukan pengaturan dan pengawasan kepada arus pergerakan data pada hub tersebut.

Cara Kerja Hub

Hub bekerja dengan cara menerima data dari perangkat yang terhubung ke dalam port-nya dan mengirimkan ke perangkat lain yang terhubung ke port hub tersebut. Hub tidak bisa mendeteksi tujuan pengiriman data. Jadi hub akan mengirimkan data ke semua perangkat yang terhubung pada hub, tidak seperti switch yang akan mengirimkan data ke perangkat yang dimaksud.

Hal tersebut membuat pengiriman data melalui hub tidak begitu efisien karena hub mengirimkan data pada semua port secara bersamaan. Hal ini akan membuat penggunaan bandwidth jaringan melonjak. Oleh karena itu biasanya kalau kita menggunakan hub, maka koneksi pada komputer menjadi lambat.

cara kerja hub

Pada kasus menghubungkan 2 komputer, kita cukup menggunakan kabel UTP saja. Maka kedua komputer tersebut sudah bisa terhubung. Namun pada kasus komputer yang lebih banyak, misalnya saja 10 komputer.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Pengertian Topologi Bus Pada Jaringan Komputer

Maka kita membutuhkan hub ini untuk mengirim data dari komputer yang satu dan diteruskan ke 9 komputer lainnnya. Ketika hub menerima paket data dari 1 komputer tersebut, maka informasi akan dikirimkan ke 9 komputer lainnya.

Meskipun mungkin data pada hub tersebut diteruskan ke semua perangkat yang terhubung pada hub tersebut, pada kenyataannya data hanya akan diproses pada salah satu perangkat yang menjadi tujuan paket data tersebut.

Dengan demikian ketika hub mengirimkan data pada semua perangkat yang terhubung, maka bandwidth jaringan akan overload. Sebagai akibatnya kecepatan akses data pada jaringan tersebut akan melambat.

Hub ini memang cukup efektif untuk menghubungkan jumlah komputer yang tidak terlalu banyak. Namun ketika jumlah komputer yang dihubungkan lebih banyak lagi, maka hub ini akan menjadi kendala. Pada saat itulah perangkat seperti switch digunakan.

Pengertian Switch Beserta Fungsi Switch

Pengertian Switch Beserta Fungsi Switch

Pengertian Switch Beserta Fungsi Switch – Jaringan komputer adalah salah satu bidang ilmu dalam jurusan IT. Selain bidang Pemrograman dan Database. Setiap lulusan IT biasanya akan memilih salah satu bidang untuk ditekuni.

Sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing. Jika lebih suka menulis kode program maka mengambil bidang pemrograman. Jika suka menyusun database dari aplikasi maka mengambil bidang database.

Begitu juga jika mengambil bidang jaringan komputer. Maka akan bekerja dengan sistem yang menghubungkan dua atau lebih komputer untuk bisa bertukar data atau informasi.

Secara umum, jaringan komputer adalah sebuah disiplin ilmu yang berhubungan dengan komunikasi antara sistem komputer dan perangkat lainnya. Mereka akan saling tersambung satu sama lain dan memiliki kemampuan untuk melakukan pertukaran data.

Pengertian Switch

Membicarakan tentang jaringan komputer tentu tidak jauh dari pembahasan. Tentang apa saja perangkat yang digunakan dalam bidang tersebut. Perangkat untuk jaringan komputer ini lebih sering kita kenal dengan sebutan network device. Beberapa contoh dari network device adalah NIC, repeater, modem, bridge, router, hub, dan switch.

Banyak orang yang kesulitan untuk membedakan berbagai perangkat jaringan yang disebutkan di atas. Terutama membedakan antara switch dengan hub. Apalagi di internet banyak sekali pengertian dari Switch.

Yang berasal dari sumber yang berbeda dan ternyata mengandung arti yang agak berbeda pula. Namun menurut kebanyakan sumber, Switch adalah sebuah perangkat jaringan pada komputer.

Yang menghubungkan perangkat pada sebuah jaringan komputer. Dengan menggunakan pertukaran paket untuk menerima. Memproses dan meneruskan data ke perangkat yang dituju.

Perbedaan utama dengan hub adalah dari data yang dikirim atau diteruskan. Switch hanya mengirim data kepada perangkat yang memang membutuhkannya. Dan tidak mengirimkan data yang sama kepada semua perangkat yang berada pada jaringan tersebut.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Pengertian Topologi Bus Pada Jaringan Komputer

Switch juga dianggap sebagai jembatan dengan banyak port yang menggunakan alamat dari hardware. Untuk memproses dan mengirimkan data pada layer kedua dari model OSI. Beberapa jenis switch juga bisa memproses data pada layer ketiga.

Dengan menambahkan fungsi routing yang biasanya memakai alamat IP untuk melakukan pengiriman paket. Itulah sebabnya mengapa ada yang membedakan switch menjadi dua jenis, yaitu switch layer dua dan switch layer tiga.

Sekilas informasi mengenai model OSI, adalah sebuah konsep yang memetakan perihal susunan komunikasi pada jaringan komputer. Susunan tersebut dibagi menjadi 7 layer, mulai dari layer pertama physical.

Layer kedua data link, layer ketiga network, layer keempat transport, layer kelima session, layer keenam presentation, dan yang terakhir adalah application. Setiap layer memiliki tugas masing-masing dan akan meneruskan data ke layer berikutnya.

Fungsi Switch

Fungsi utama dari sebuah switch adalah menerima informasi dari berbagai sumber yang tersambung dengannya. Kemudian menyalurkan informasi tersebut kepada pihak yang membutuhkannya saja. Tetapi selain itu switch juga memiliki fungsi lainnya yang berkaitan dengan area komunikasinya di layer kedua.

Fungsi selanjutnya dari switch adalah melakukan verifikasi terhadap setiap paket yang didapatkannya. Sebelum mengarahkannya ke tempat yang dituju. Selanjutnya switch berfungsi untuk mengirimkan data ke lokasi yang dituju. Switch juga berfungsi untuk mengatur paket data yang akan dikirimkan. Entah itu mau diperkuat atau justru dibatasi jumlah paketnya.

Fungsi switch yang hampir sama dengan hub adalah sebagai titik pusat dari koneksi jaringan. Semua data dan informasi yang diterima akan dipusatkan di dalam switch terlebih dahulu sebelum disalurkan melalui jaringannya.

Sebagai titik pusat, kondisi switch akan sangat mempengaruhi kondisi dari jaringannya. Jika switch yang dipakai berkualitas buruk atau bahkan terjadi kerusakan. Maka akan menimbulkan gangguan di seluruh jaringan.

Fungsi switch yang terakhir adalah sebagai repeater dan splitter. Maksud dari repeater adalah sebagai penguat jaringan. Switch bisa dipakai untuk memperluas area cakupan dari jaringan yang dibuat tanpa membutuhkan kabel yang panjang.

Sedangkan fungsi splitter adalah sebagai pemecah jaringan. Hal ini biasanya dilakukan di kantor yang memiliki banyak lantai. Sehingga setiap lantai dapat memiliki jaringan tersendiri, meskipun sebenarnya berada dalam satu jaringan utama yang sama.

Perbedaan Switch Dan Hub

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, beberapa orang mungkin agak bingung untuk membedakan antara switch dengan hub, padahal jika diteliti lebih lanjut ternyata ada beberapa perbedaan diantara keduanya.

Perbedaan yang telah sedikit dibahas adalah mengenai cara kerjanya. Hub hanya berfungsi untuk menerima dan mengirimkan informasi yang diterimanya. Sedangkan switch tidak hanya melakukan penerimaan dan pengiriman saja tetapi juga melakukan pengecekan dan pemrosesan.

Hal tersebut dipengaruhi oleh perbedaan berikutnya, yaitu layer tempat mereka bekerja. Switch memiliki area kerja di layer kedua yaitu data link, sedangkan hub berada pada layer satu atau physical sehingga memiliki fungsi yang hampir sama dengan kabel yaitu menyalurkan data saja.

perbedaan switch dan hub

Switch tentu saja lebih handal daripada hub karena melakukan penyeleksian terhadap perangkat yang terhubung dengannya. Dengan demikian switch bisa mengetahui darimana informasi berasal dan hendak dibawa kemana. Sedangkan hub akan langsung menerima dan mengirim informasi ke semua perangkat yang tersambung padanya.

Berkat sistem seleksi tersebut tentunya membuat kinerja switch menjadi lebih cepat. Karena bisa langsung mengirim data ke tempat yang sesuai. Sedangkan hub terhambat karena mengirim data secara menyeluruh.

Perbedaan lain adalah pada sisi pengaturan. Hub sama sekali tidak bisa diatur, sedangkan switch bisa mengatur perangkat mana yang bisa terhubung dengannya. Serta bisa membagi satu jaringan menjadi dua atau lebih.

Sistem switch lebih aman karena memeriksa dulu sebelum menerima dan mengirimkan data. Sedangkan hub akan langsung menerima dan mengirimnya secara utuh. Perbedaan yang terakhir adalah mengenai harganya. Dengan adanya berbagai kelebihan dari switch yang telah disebutkan di atas tentunya bukan hal yang aneh jika harga switch jauh lebih mahal daripada harga hub.

Pengertian Bridge Beserta Fungsi

Pengertian Bridge Beserta Fungsi

Pengertian Bridge Beserta Fungsi – Untuk jaringan internet dengan komputer yang terlalu banyak dengan hanya mengandalkan satu jaringan LAN, biasanya jika terjadi suatu masalah pada jaringan, maka semua komputer akan terkena dampaknya. Belum lagi jika kondisi geografis bangunan cukup besar dan luas, tentunya akan menjadi masalah tersendiri jika hanya terdapat satu jaringan LAN saja.

Mengatasi hal ini, terdapat alat-alat yang mampu mengantisipasi masalah tersebut sekaligus meningkatkan performa LAN, misalnya repeater, bridge, atau router. Dalam artikel kali ini, akan dibahas mengenai pengertian bridge, fungsi bridge, kelebihan dan kekurangan bridge, serta cara kerja bridge.

Pengertian Bridge

Bridge atau network bridge yang dalam istilah bahasa Indonesia disebut dengan jembatan jaringan merupakan sebuah komponen jaringan yang banyak dipergunakan untuk memperluas jaringan atau membuat segmen jaringan. Bridge mampu menghubungkan sesama jaringan LAN (Local Area Network) komputer. Selain itu, bridge juga digunakan untuk mengubungkan tipe jaringan komputer yang berbeda seperti Ehernet. Bridge akan memetakan alamat Ethernet dari setiap titik yang ada pada masing-masing segmen jaringan kemudian menyeleksi dan hanya memperbolehkan perpindahan data yang diperlukan melalui jaringan.

Bridge biasanya menggunakan topologi tree. Artinya, hanya ada sebuah rute untuk berbagai tujuan transmisi atau paket data yang akan dipindahkan. Dara akan menempuh beberapa jalur. Yang seringkali mengakibatkan keterlambatan transmisi data.

Ibaratnya sebuah paket, bridge berguna untuk menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmen sama, maka paket akan ditolak, sementara jika segmen berbeda, maka paket akan diteruskan ke segmen tujuan.

Cara kerja bridge jauh lebih canggih daripada repeater, walau begitu belum secanggih router. Bridge bekerja pada lapisan data link layer model OSI (Open System Interconnection).

Dengan model OSI, bridge mampu menghubungkan jaringan komputer yang menggunakan metode transmisi yang berbeda atau medium access control yang berbeda. Berbeda dengan router yang bekerja pada lapisan jaringan dan repeater yang bekerja pada lapisan fisik.

Fungsi Bridge

Secara umum, bridge adalah alat yang berfungsi untuk menghubungkan dua jaringan. Bridge juga berfungsi untuk memecah satu jaringan yang besar menjadi dua jaringan lebih kecil sehingga akan meningkatkan performa jaringan. Fungsi bridge lainnya secara detail dapat dijabarkan dalam beberapa poin berikut :

1. Sebagai Penghubung Dua Jaringan di Tempat Jauh

Secara geografis, misalnya saja di sebuah universitas, terdapat beberapa bangunan yang terpisah cukup jauh. Akan lebih ekonomis untuk memiliki LAN yang terpisah di masing-masing bangunan dan menghubungkannya dengan bridge, dibanding jika harus menyambungkan semua tempat dengan menggunakan kabel koaksial.

2. Otonomi dari Masing-masing Jaringan

Seperti di jaringan perkantoran, setiap departemen memiliki kepentingannya masing-masing, memiliki komputer pribadi, workstation, dan servernya sendiri. Setiap departemen yang tujuan berbeda akan lebih baik dengan jaringan yang berbeda namun terhubung dengan menggunakan bridge.

3. Untuk Mengakomodasi Beban Jaringan

Misalkan di sebuah universitas banyak workstation yang kelebihan beban karena banyak dipakai oleh mahasiswa dan dosen untuk dipakai meminta file yang berada di mesin file server untuk diunduh ke mesin pengguna berdasarkan permintaan. Jika ukuran file besar, maka akan menghambat penyimpanan di LAN tunggal, sehingga akan lebih baik menggunakan dua LAN yang dihubungkan dengan bridge.

Kelebihan dan Kekurangan Bridge

Perangkat bridge

Sebagai sebuah jembatan jaringan, bridge memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Kelebihan bridge adalah ia hanya bisa bekerja pada lapisan Data Link, sehingga tidak dimungkinkan terjadinya transmisi dari satu protokol ke protokol lainnya. Selain itu, bridge juga mampu mendukung beberapa protokol seperti NetBEUI dan LAT yang tidak mungkin dilayani oleh router.

Walau begitu, bridge memiliki kekurangan seperti tidak dimungkinkannya transmisi melalui jalur atau protokol yang berbeda. Selain itu, bridge juga hanya meneruskan paket dari satu jaringan ke jaringan lainnya dengan kecepatan 10 MBPS. Bridge juga hanya meneruskan transmisi tanpa bisa menerjemahkan komunikasi antar protokol.

Cara Kerja Bridge

Untuk memahami cara kerja bridge, bridge dapat diibaratkan seperti ‘repeater yang cerdas’. Repeater bekerja dengan cara menerima sinyal yang datang dari sebuah kabel jaringan, melakukan amplifikasi pada sinyal tersebut, kemudian mengirim sinyal tersebut ke kabel jaringan lainnya. Repeater melakukan kerjanya ini secara buta tanpa memperhatikan isi pesan yang terkandung dalam sinyal tersebut.

Cara kerja bridge

Kontras dengan kerja repeater, bridge merupakan alat yang sedikit lebih cerdas. Bridge mampu memahami isi dari sinyal yang datang. Bridge mampu menerima sinyal dan secara otomatis menemukan alamat tiap-tiap komputer di dua jaringan yang terhubung melalui bridge. Kemudian bridge juga mampu memilah pesan yang datang dari satu sisi jaringan, kemudian melakukan broadcast di jaringan lainnya, namun jika dan hanya jika sinyal pesan dari satu jaringan tersebut memang ditujukan untuk diinfokan pada jaringan yang lain.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Berbagai Jenis Internet Dan Fungsinya

Sebagai contoh, misalnya bridge digunakan untuk menghubungkan departemen marketing dan departemen keuangan di suatu perusahaan, dengan masing-masing departemen memiliki server tersendiri. Bridge kemudian bekerja agar kedua jaringan tidak saling membuat macet. Bridge mampu menghubungkan satu komputer di departemen marketing dan satu lainnya di departemen keuangan ketika dibutuhkan. Dengan begitu, secara keseluruhan kinerja kedua jaringan tersebut meningkat.

Pengertian Router Beserta Fungsi

Pengertian Router Beserta Fungsi

Pengertian Router Beserta Fungsi – Dalam dunia komputer, tidak selamanya kita hanya menggunakan komputer maupun laptop saja. Seringkali komputer yang kita gunakan baik di kantor maupun di rumah, harus dihubungkan dengan perangkat lainnya untuk beberapa keperluan, misalkan untuk berbagai file.

Semisal tempat Anda bekerja mempunyai banyak devisi. Andaikata kantor Anda tersebut berlokasi di sebuah gedung bertingkat. Suatu ketika Anda sedang mengerjakan proyek di lantai satu dan Anda diharuskan untuk mengirimkan data proyek tersebut kepada devisi lain di lantai yang lain (misal lantai dua dan tiga).

Untuk menjamin efektivitas dalam jam kerja, penggunaan jaringan lokal sangat diperlukan, dan perangkat yang paling efisien untuk mengolah berbagai jenis jaringan, baik jaringan lokal (LAN), MAN dan lainnya adalah router.

Pengertian Router

Pengertian Router Beserta Fungsi – Router adalah perangkat jaringan yang berfungsi untuk menganalisis paket data yang ditransmisikan dalam sebuah jaringan ke jaringan yang lainnya. Router juga mempunyai fungsi untuk menentukan apakah sumber dan tujuan transmisi berada pada jaringan yang sama ataupun harus ditransfer dari satu jaringan ke jaringan lainnya, dimana membutuhkan pengkodean informasi untuk data protocol yang baru.

Pada tahun 1980, setelah melalui riset yang panjang yang diawali dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat, akhirnya konsep pertama router dibuat. Router ini mempunyai bentuk selayaknya komputer mini yang didedikasikan untuk melakukan proses enkripsi. Kini, router modern mempunyai kecepatan yang tinggi dalam mengirimkan, mentransmisi maupun melakukan manajemen data dalam jaringan komputer.

Fungsi Router

Seperti telah dibahas sebelumnya, router mempunyai fungsi untuk menganalisis paket data yang masuk ke dalamnya. Paket data yang masuk kemudian akan melewati skema penyeleksian untuk menentukan jalur paling optimal untuk mengirimkan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Data yang masuk ini akan dikempokkan ke dalam tabel routing. Proses routing sendiri dibedakan menjadi dua jenis, yaitu static routing dan dynamic routing.

Static routing merupakan salah satu jenis routing yang mengharuskan admin yang secara manual mengatur dan mengonfigurasi tabel routing sekaligus menenentukan masing-masing rute yang harus dipilih. Dikarenakan konfigurasi tabel routing yang diatur secara manual, semua data jaringan yang masuk dan keluar melalui proses routing ini selalu melalui jalur yang sama.

Skema untuk static routing

Oleh karena selalu melalui jalur yang sama, static routing mempunyai kelebihan jika kita menggunakannya untuk keperluan pertukaran data dalam jaringan. Namun static routing memiliki kekurangan. Jika salah satu atau beberapa titik pada tabel routing bermasalah, maka harus dilakukan perbaikan secara manual dan umumnya tidak cocok untuk mengatur jaringan yang mempunyai kompleksitas tinggi dengan area yang luas seperti di perusahaan.

Skema untuk dynamic routing

Di lain pihak, dynamic routing dapat membuat tabel routing berdasarkan asal dan tujuan data yang terlibat dalam routing untuk kemudian dipilihi jalur yang optimal. Pada dynamic routing ini fungsi router diutamakan untuk memilih jalur pertukaran transmisi data berdasarkan perubahan susunan logika secara real-time tergantung banyaknya titik jaringan yang terlibat dalam sistem routing tersebut.

Cara Kerja Router

Seperti kita ketahui sebelumnya, router ini menghungkan jaringan satu dengan lainnya dan memfasilitasi transmisi diantara kedua jaringan tersebut. Secara sederhana router setidaknya memerlukan dua kartu jaringan atau yang dikenal dengan istilah Network Interface Card (NIC) yang secara fisik dipasang pada jaringan yang satu, dan satunya pada jaringan yang lain. Gambar berikut memberikan contoh sederhana jika kita memiliki dua buah jaringan yang akan kita hubungkan melalui sebuah router.

cara kerja router 2 jaringan

Jumlah jaringan yang terhubung pada router dapat disesuaikan dengan kapasitas masing-masing router yang kita gunakan. Jika kita hanya menghubungkan router hanya dengan dua jaringan saja, tentu hal tersebut sangatlah mudah dan sederhana. Namun ketika kita berhadapan dengan jaringan besar dan juga kompleks, maka pengaturan router akan menjadi kompleks juga.

Sebagai contoh jika kita akan menghubungkan tiga jaringan dengan menggunakan beberapa router, maka kita bisa menghubungkannya secara berantai seperti pada kasus sebelumnya atau dengan menghubungkan masing-masing jaringan ke masing-masing router seperti diperlihatkan dalam skema pemasangan berikut ini.

cara kerja router 3 jaringan

Sistem kerja pengiriman data jaringan pada router ini mirip dengan prinsip rangkaian listrik seri dan paralel. Sebagai contoh pada konfigurasi 1 di atas. Pada konfigurasi ini, andaikata kita akan mengirimkan informasi dari subnet A ke subnet C.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Pengertian LAN Card Beserta Fungsi

Jika salah satu router bermasalah, baik router A maupun router C. Maka data jaringan yang kita kirimkan dari subnet A ke subnet C akan mengalami kendala. Dan tidak akan tersampaikan sebagaimana seharusnya.

Hal tersebut tidak akan terjadi seandainya ada sebuah router lain yang menghubungkan jalur antara subnet A dan subnet C. Sebagai contohnya adalah konfigurasi 2. Pada konfigurasi ini seandainya kita akan mengirimkan informasi yang sama, yaitu dari subnet A ke subnet C. Jika router C bermasalah, maka aliran informasi dari subnet A ke subnet C masih bisa tersampaikan. Karena sistem router akan memilih jalur melalui router A dan kemudian dilanjutkan melalui router B.

Pada dasarnya router akan memilih jalur tercepat. Agar informasi yang kita kirimkan dari subnet yang satu ke subnet yang lainnya dapat terkirim secara optimal. Pada konfigurasi 2 di atas, jika kita akan mengirimkan data dari subnet A ke subnet C. Secara logika jalur melewati router C akan lebih cepat dibandingkan melalui dua router A dan B. Namun hal ini terlihat jelas karena kita masih melibatkan tiga jaringan dan tiga router. Lalu bagaimana jika jaringan kita lebih kompleks lagi?

Router memiliki pencatatan metric prefix yang tertuang dalam tabel routing. Setiap alur transmisi jaringan akan memiliki metric prefix-nya masing-masing. Dari metric prefix ini kemudian router membuat tabel routing.

Pada saat kita mengirimkan suatu data dari jaringan yang satu ke jaringan yang lainnya. Router akan memilih metric prefix dalam tabel routing yang menunjukkan nilai paling optimal. Dan meneruskan informasi yang kita kirim melalui jalur tersebut.

Pengertian Topologi Hybrid Beserta Kelebihan

Pengertian Topologi Hybrid Beserta Kelebihan

Pengertian Topologi Hybrid Beserta Kelebihan – Susunan berbagai unsur dalam sebuah jaringan disebut dengan istilah topologi jaringan. Selain menentukan penempatan berbagai komponen jaringan. Jenis topologi jaringan yang dipakai dalam suatu jaringan menentukan pemetaan aliran data.

Antar komponen dalam jaringan. Ada bermacam jenis topologi jaringan yang sering digunakan saat ini. Baik untuk jaringan skala kecil seperti di rumah hingga untuk jaringan skala besar seperti dalam perusahaan.

Setiap topologi memiliki karakteristik yang berbeda-beda dan mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri. Jenis topologi jaringan antara lain Topologi Bus, Topologi Ring, Topologi Mesh, Topologi Tree, dan Topologi Hybrid.

Salah satu topologi jaringan yang cukup banyak diterapkan pada jaringan berskala besar adalah Topologi Hybrid. Topologi Hybrid dibentuk dari berbagai topologi dan teknologi jaringan.

Topologi ini sering digunakan oleh perusahaan yang mengambil alih perusahaan lain. Sebab ketika jaringan dari kedua perusahaan tersebut harus disatukan. Maka akan terjadi penggabungan teknologi dan topologi jaringan yang berbeda.

Sebagai gabungan dari beberapa topologi jaringan, topologi Hybrid memiliki banyak nilai plus. Namun tetap saja topologi ini memiliki kelemahan dibanding jenis topologi jaringan lain. Pada artikel kali ini, Nesabamedia akan membahas seputar pengertian Topologi Hybrid beserta karakteristik, serta kelebihan dan kekurangan topologi ini.

Pengertian Topologi Hybrid

Topologi Hybrid merupakan penggabungan dari beberapa (dua atau lebih) topologi jaringan yang berbeda. Misalnya ketika suatu jaringan yang menggunakan topologi Ring, digabungkan dengan jaringan lain yang menggunakan topologi star.

Maka topologi baru yang terbentuk dari gabungan kedua topologi jaringan ini disebut sebagai topologi Hybrid. Jika jaringan yang digabungkan memiliki jenis topologi yang sama, maka penggabungan kedua jaringan tersebut bukanlah topologi hybrid.

Misalnya jaringan dengan topologi bus digabungkan dengan jaringan lain yang juga menggunakan topologi bus, maka penggabungan kedua jaringan tersebut tetap merupakan topologi bus, bukan topologi hybrid.

Poker Online Terbaru
http://143.95.156.81/ adalah situs poker online terbaru Indonesia deposit murah.
http://143.95.156.81/

Daftar IDN Poker Terpercaya
http://143.95.156.81/ adalah daftar IDN Poker Terpercaya dengan layanan livechat 24 Jam Online.
http://143.95.156.81/

Poker Online Deposit 10.000
http://143.95.156.81/ adalah Poker Online Deposit 10.000 dan bisa menggunakan Pulsa – Gopay – OVO serta Linkaja.
http://143.95.156.81/

Ads by Luckybet 168

Skema topologi hybrid

Topologi Hybrid mengkombinasi dua atau lebih topologi jaringan yang berbeda sedemikian rupa. Sehingga topologi jaringan yang dihasilkan tidak mengacu pada standar topologi yang ada. Tidak menampilkan karakteristik topologi tertentu. Topologi ini seringkali menghasilkan tata letak topologi yang rumit, sulit dipahami, sebab menggabungkan berbagai struktur topologi. Meskipun demikian penggunaan topologi ini jarang menimbulkan masalah.

Karakteristik Topologi Hybrid

Topology Hybrid tidak memiliki karakteristik khusus, sebab merupakan penggabungan dari beberapa topologi. Topologi hybrid akan membawa karakteristik topologi asal yang membangunnya. Misalkan jika topologi hybrid di salah satu perusahaan merupakan gabungan dari topologi star, topologi ring, dan topologi bus; maka topologi hybrid pada jaringan tersebut memiliki karakteristik bawaan dari topologi ring, star, dan bus.

Kelebihan dan Kekurangan Topologi Hybrid

Sama seperti topologi lainnya, topologi jaringan hybrid juga tidak sempurna. Topologi ini memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan sebagai berikut:

Kelebihan Topologi Hybrid

  1. Dapat menyatukan dua atau lebih topologi jaringan yang berbeda.
  2. Fleksibel dan efisien; dapat diterapkan pada lingkungan jaringan yang berbeda, tanpa perlu merombak topologi jaringan yang telah terbentuk sebelumnya. Selain itu dapat mengurangi space jaringan yang terbuang.
  3. Kustomisasi, memungkinkan penyesuaian cara pengaturan jaringan untuk mencapai tujuan tertentu.
  4. Aliran data dapat bekerja dengan sempurna meskipun berjalan dalam sejumlah lalu lintas jaringan yang berbeda akibat mengkombinasikan berbagai konfigurasi topologi jaringan yang berbeda.
  5. Sangat mudah untuk menambah node atau koneksi peripheral baru, meskipun topologi jaringan berbeda.
  6. Ketika salah satu link dalam jaringan mengalami gangguan, bagian link jaringan lainnya tidak akan ikut mengalami gangguan.
  7. Kecepatan jaringan konsisten sebab menggabungkan kelebihan dan menghilangkan kelemahan masing-masing topologi jaringan.

Kekurangan Topologi Hybrid

  1. Pengelolaan jaringan cenderung sulit, karena penggabungan beberapa topologi menyebabkan struktur jaringan menjadi rumit dan sukar dipahami.
  2. Biaya untuk membangun topologi ini cukup mahal, sebab menggunakan banyak hub dan kabel untuk menghubungkan jaringan.
  3. Biaya perawatan jaringan juga cukup mahal. Hub harus terus bekerja meskipun salah satu node dalam jaringan tidak bekerja, sebab hub harus mengelola beberapa jenis jaringan sekaligus.
  4. Instalasi dan konfigurasi jaringan rumit, sebab harus menghubungkan beberapa topologi yang berbeda dan disaat yang sama juga harus memastikan semua node berfungsi dengan baik.

Perangkat Jaringan dalam Topologi Hybrid

1. Hub

Hub merupakan sebuah perangkat jaringan yang berfungsi untuk menghubungkan seluruh komputer dalam jaringan. Hub merupakan titik pusat jaringan yang berfungsi untuk menerima sinyal dari sebuah unit komputer lalu kemudian mentransfer sinyal tersebut kekomputer lainnya. Hub juga dapat menguatkan sinyal yang ditransmisikan melalui kabel UTP.

Hub memiliki banyak port, melalui port ini sejumlah komputer dapat dihubungkan menggunakan konektor RJ45. Banyaknya komputer yang dapat terhubung, bergantung banyaknya port pada hub tersebut. Hub dengan hub lain juga dapat saling terhubung, sehingga memungkinkan penambahan jumlah komputer yang terhubung dalam jaringan. Terdapat dua jenis Hub yang digunakan dalam topologi jaringan Hybrid, yaitu:

  1. Hub pasif: hanya berfungsi sebagai pembagi jaringan.
  2. Hub aktif: berfungsi sebagai penghubung serta penguat sinyal dalam jaringan.

2. Switch

Switch memiliki fungsi yang mirip dengan Hub, yaitu sebagai penghubung dalam jaringan. Namun berbeda dengan hub, cakupan luas jaringan dari switch lebih besar. Selain itu switch memiliki kecepatan yang lebih tinggi daripada hub. Switch bekerja pada layer 2 dan layer 3 jaringan, menentukan kemana paket data akan dikirim atau diterima berdasarkan alamat MAC pada NIC (Network Interface Card). Sistem ini mengindarkan terjadinya collision (tabrakan data) pada jalur data dalam jaringan.

Selain Hub dan Switch, topologi ini juga menggunakan perangkat jaringan lain yang digunakan pada topologi jaringan yang digabungkannya. Misalnya router, acces point, LAN Card atau Wireless Card, dan semacamnya. Kabel jaringan yang digunakan pada topologi ini juga bergantung jenis-jenis topologi jaringan yang membangun topologi hybrid ini.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Pengertian LAN Card Beserta Fungsi

Pengertian Topologi Tree Beserta Kelebihan

Pengertian Topologi Tree Beserta Kelebihan

Pengertian Topologi Tree Beserta Kelebihan – Ketika berbicara tentang internet, ada yang berpandangan bahwa internet merupakan suatu hubungan antar komputer di seluruh dunia, dengan pusat pada suatu komputer tertentu.

Pandangan ini tidak sepenuhnya benar, sebab pada kenyataannya internet merupakan kumpulan dari berbagai jaringan, baik jaringan besar maupun kecil, yang ada diseluruh dunia. Jaringan-jaringan tersebut pada awalnya merupakan kumpulan jaringan lokal.

Dalam jaringan lokal, setiap komputer dalam jaringan saling terhubung satu sama lain melalui media kabel maupun nirkabel. Ada bermacam topologi jaringan atau bentuk struktur hubungan antar komputer dalam jaringan, salah satunya adalah topologi tree.

Setiap topologi jaringan memiliki karateristik serta kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Untuk itu perlu perencanaan matang untuk menentukan jenis topologi jaringan yang akan digunakan agar sesuai dengan kebutuhan atau keinginan pengguna.

Topologi tree merupakan salah satu topologi yang paling banyak digunakan pada jaringan lokal yang terdiri dari banyak komputer. Sebab selain mendukung jaringan dalam sekala besar.

Topologi tree juga memudahkan dilakukannya kendali serta manajemen data. Lebih jauh mengenai pengertian topologi tree beserta kelebihan dan kekurangannya, anda bisa menyimak pembasannya dibawah ini.

Pengertian Topologi Tree

Topologi tree merupakan gabungan antara topologi bus dengan topologi star, dimana jaringan dalam topologi ini merupakan kumpulan topologi star yang dihubungkan dengan topologi bus.

Jadi setiap client dikelompokkan dengan sebuah hub sebagai pusat komunikasi, seperti halnya struktur jaringan dalam topologi star. Kemudian setiap pusat komunikasi ini dihubungkan dengan pusat komunikasi lain menggunakan sebuah kabel utama seperti dalam topologi bus.

Topologi tree atau topologi pohon dinamakan demikian, karena jika digambarkan, bentuk jaringan ini menyerupai bentuk pohon dengan cabang dan ranting. Dimana cabang memiliki hierarki lebih tinggi dari ranting.

Dalam jaringan topologi tree juga terdapat herarki atau tingkatan jaringan, dimana jaringan dengan hierarki yang lebih tinggi akan dapat mempengaruhi dan mengontrol jaringan yang terdapat dibawahnya.

Oleh sebab itu, topologi ini sering digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hierarki yang berbeda. Pada topologi tree, setiap client dalam satu kelompok dapat berhubungan dengan client dalam kelompok lain. Namun data yang dikirimkan oleh sebuah client, harus melalui simpul pusat terlebih dahulu sebelum sampai ke client tujuan.

Karakteristik Topologi Tree

Seperti telah disebutkan sebelumnya, setiap topologi jaringan memiliki karakteristik yang berbeda dengan yang lainnya. Topologi tree memiliki karakteristik yang menyerupai topologi star dan bus, karena topologi ini merupakan gabungan kedua topologi tersebut. Untuk lebih jelasnya, berikut karakteristik dari topologi tree:

  1. Memiliki kabel utama yang sering disebut dengan backbone, sebagai penghubung jaringan
  2. Memiliki hieraki atau tingkatan dalam jaringan
  3. Memiliki hub yang berperan sebagai pusat data serta kendali jaringan
  4. Komunikasi data yang dilakukan dalam jaringan harus melalui hub (pusat kendali)

Pada topologi tree terdapat sebuah kabel utama (backbone) yang menghubungkan beberapa hub, yang mana pada hub ini terhubung pula beberapa client. Hub yang berada di tingkat lebih atas atau lebih tinggi dari client, menjadi pusat kendali dari client yang terhubung dibawahnya. Selain itu, setiap data dari dan untuk client harus melalui hub terlebih dahulu sebelum sampai ke tujuan.

Kelebihan dan Kekurangan Topologi Tree

Meskipun memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya banyak diterapkan pada jaringan komputer di banyak tempat, topologi tree juga memiliki beberapa kekurangan. Berikut ini kelebihan dan kekurangan topologi tree:

Kelebihan Topologi Tree

  1. Mendukung untuk diterapkan pada jaringan komputer dengan skala besar.
  2. Pengembangan jaringan atau penambahan client yang berada dibawah hub pusat dapat dilakukan dengan mudah.
  3. Identifikasi kerusakan pada jaringan serta isolasi jaringan dapat dilakukan dengan mudah.
  4. Jika salah satu client mengalami kerusakan atau gangguan, tidak akan mempengaruhi client lain.
  5. Manajemen data yang baik, sebab komunikasi terjadi secara point to point.

Kekurangan Topologi Tree

  1. Jika kabel utama (backbone) rusak, maka seluruh jaringan akan terganggu.
  2. Hub memegang peran penting dalam jaringan, jika hub rusak maka seluruh jaringan akan terganggu.
  3. Jika komputer yang berada di tingkat atas mengalami kerusakan atau gangguan, maka komputer yang berada dibawahnya juga akan mengalami gangguan.
  4. Biaya yang diperlukan dalam membangun jaringan ini lebih mahal, sebab menggunakan lebih banyak kabel dan hub.
  5. Konfigurasi dan pemasangan kabel dalam jaringan tree lebih rumit dibanding topologi lain.
  6. Perawatan dalam menjaga stabilitas jaringan cukup sulit dilakukan, sebab terdapat banyak perancangan pada node.
  7. Kinerja jaringan serta aliran data lebih lambat, sebab komunikasi antar komputer tidak bisa berjalan langsung, namun harus melalui hub terlebih dahulu.
  8. Lalu lintas data sangat padat, sebab melalui sebuah kabel utama (backbone), sehingga kemungkinan terjadinya collision (tabrakan file data) sangat besar.

Demikian artikel mengenai pengertian topologi tree beserta kelebihan dan kekurangannya. Topologi tree merupakan penggabungan antara topologi bus dengan topologi star. Topologi tree memiliki satu kabel utama (backbone).

Yang menghubungkan beberapa hub dalam jaringan. Hub menghubungkan beberapa client, dan merupakan pusat kendali jaringan. Komunikasi data dari atau untuk client juga harus melalui hub.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Ketahui Pengertian FTP Beserta Fungsi

Topologi tree mendukung untuk digunakan pada jaringan komputer skala besar, pengembangan atau penambahan pada jaringan juga mudah dilakukan. Selain itu identifikasi kerusakan serta manajemen data dapat dilakukan dengan mudah.

Namun jika kabel utama (backbone) mengalami kerusakan, maka seluruh jaringan akan terganggu. Selain itu aliran data pada jaringan dengan topologi ini cenderung lambat, dan kemungkinan terjadinya collision sangat tinggi.

Pengertian Topologi Linier Beserta Kelebihan

Pengertian Topologi Linier Beserta Kelebihan

Pengertian Topologi Linier Beserta Kelebihan – Saat ini baik itu di kantor, sekolah, hingga rumah sekalipun menggunakan topologi jaringan untuk menghubungkan perangkat komputer satu sama lainnya. Dengan adanya topologi jaringan, antara komputer dengan komputer lain.

Yang ada di dalam sebuah jaringan dapat saling berkomunikasi. Topologi jaringan sendiri sebenarnya adalah rancangan yang dibuat di dalam sebuah jaringan komputer. Ataupun cara yang digunakan untuk menghubungkan antara satu komputer dengan komputer lainnya.

Sehingga nantinya membentuk sebuah jaringan komputer. Menentukan sebuah topologi jaringan tentunhya sangat penting sebelum anda akan membangun jaringan komputer. Dengan adanya topologi, anda dapat mengetahui model jaringan yang akan dibangun.

Topologi jaringan komputer di dalam telekomunikasi dapat pula diartikan sebagai sebuah cara yang dapat menghubungkan antara perangkat telekomunikasi dengan perangkat lainnya.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Ketahui Pengertian FTP Beserta Fungsi

Sehingga dapat membentuk sebuah jaringan. Jaringan tersebutlah yang kemudian akan berhubungan dengan satu sama lainnya dan membentuk komunikasi data. Ada beberapa jenis topologi jaringan yang saat ini sering banyak digunakan. Mulai dari topologi bus, topologi star, topologi ring, topologi linear dan masih banyak lainnya.

Masing masing dari jenis topologi jaringan memiliki kelebihan dan kelemahannya masing masing. Kali ini akan dibahas lebih lanjut mengenai topologi linear (linear topology) atau topologi runtut.

Disebut topologi beruntut dikarenakan tata letaknya yang memang berurutan dan termasuk tata letak yang cukup umum. Berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai topologi linear.

Pengertian Topologi Linear

Jenis topologi linear sebenarnya merupakan perluasan dari jenis topologi bus, yang mana kabel utama di dalam jaringan harus dihubungkan dengan setiap titik-titik yang ada di komputer dengan T-Connector. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, jaringan linear merupakan topologi jaringan yang memiliki layout cukup umum. Satu kabel utama di dalam jaringan akan menghubungkan ke setiap titik komputer (koneksi) yang kemudian akan dihubungkan dengan konektor T Connector dan di ujungnya harus diakhiri dengan terminator. Konektor yang biasanya digunakan pada topologi linear adalah tipe BNC (British Naval Connector).

Konektor BNC

Sebenarnya BNC bukanlah sebuah nama konektor, hanya saja merupakan nama dari kabel yang digunakan di dalam jaringan ini. Ada beberapa tipe konektor yang digunakan di dalam topologi linear, antara lain adalah:

  • BNC Kabel Konektor, digunakan untuk dapat menghubungkan kabel jaringan ke T konektor.
  • BNC Barrel Konektor, digunakan untuk dapat menghubungkan 2 kabel BNC
  • BNC Barrel Konektor, digunakan untuk menghubungkan kabel jaringan menuju komputer.
  • BNC Terminator, digunakan untuk menandai akhir atau ujung dari topologi jaringan

Untuk pemasangan dari topologi linear ini sebenarnya sangat mudah dan murah. Hanya saja hanya terdapat sekitar 5-7 buah komputer yang ada di dalam jaringan tersebut.

Karakteristik Topologi Liniear

Topologi linear memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dengan jenis topologi jaringan lainnya, yaitu:

  • Menggunakan konektor BNC dan kabel RJ 58
  • Jenis topologi jaringan ini adalah pengembangan dari jenis topologi bus

Kelebihan Topologi Linear

Penggunaan jenis topologi linear memiliki beberapa kelebihan tersendiri, antara lain adalah:

  • Mudah dalam melakukan setup dan memperluas jaringan komputer
  • Sangat hemat kabel, dibandingkan dengan jenis topologi jaringan lainnya, panjang kabel yang dibutuhkan dalam topologi linear lebih sedikit.
  • Biaya pembangunannya sangat murah dan hemat, dikarenakan anda hanya membutuhkan sedikit kabel. Maksimal dari komputer yang ada di dalam jaringan tersebut sekitar 5-7 buah saja.
  • Tata letaknya sederhana, sehingga anda tidak perlu terlalu rumit dalam pemasangan
  • Tidak membutuhkan kendali pusat (server), sehingga semua komputer di dalam jaringan tersebut dapat bekerja tanpa adanya pusat (server)
  • Mudah untuk dikembangkan
  • Proses penambahan dan pengurangan terminal tidak akan sama sekali menganggu operasi yang sedang berjalan
  • Jaringan linear bus sangat banyak digunakan di dalam jaringan yang berskala kecil, sehingga akan sangat baik untuk jaringan LAN.

Kekurangan Topologi Linear

Tidak hanya kelebihan saja, terdapat beberapa kekurangan yang perlu anda perhatikan dalam penggunaan topologi linear antara lain adalah:

  • Pendeteksian dan pengisolasian pada kesalahan yang terjadi di dalam jaringan akan sangat kecil dilakukan.
  • Lalu lintas yang ada di dalam kabel penghubung jaringan sangat padat dan tinggi, sehingga bisa saja menyebabkan lemot atau crash. Sehingga tidak akan cocok digunakan bagi anda yang memiliki jaringan komputerdengan lalu lintas yang cukup padat.
  • Proses security data-data yang ditransfer di dalam jaringan kurang begitu terjamin keamanannya.
  • Bila terjadi penambahan jumlah pengguna, maka akan berdampak pada penurunan kecepatan jaringan. Sehingga membuat proses transfer data bisa melambat.
  • Membutuhkan repeater jika digunakan untuk transfer jarak jauh.
  • Penggunaan terminator adalah sesuatu hal yang wajib dan harus tepat, hal ini dikarenakan untuk membuang sinyal membutuhkan terminasi yang tepat
  • Adanya batasan pada panjang kabel utama serta jumlah node yang bisa terhubung di dalam jaringan.
  • Sangat tergantung pada kabel sentral, sehingga ketika kabel utama di dalam jaringan sedang bermasalah maka akan menyebabkan seluruh jaringan rusak.
  • Sulit untuk mendeteksi masalah saat terjadi dalam satu komputer saja.

Nah itu tadi penjelasan rinci terkait dengan pengertian topologi linear (linear topology) beserta kelebihan dan kekurangan pada penggunaannya. Tentu saja dalam pemilihan jaringan komputer yang tepat dan sesuai kebutuhan ada beberapa faktor yang perlu anda perhatikan, yaitu masalah security (keamanan) dan jenis topologi yang akan anda gunakan. Pemilihan topologi jaringan yang tepat akan membangun jaringan komputer yang baik dan bekerja sesuai kebutuhan.

Pengertian Topologi Peer-to-Peer Beserta Kelebihan

Pengertian Topologi Peer-to-Peer Beserta Kelebihan

Pengertian Topologi Peer-to-Peer Beserta Kelebihan – Taukah anda apa defisini dari topologi jaringan? Topologi jaringan sendiri sudah banyak digunakan di berbagai tempat, baik itu di kantor, sekolah, dan lain sebagainya.

Dengan adanya topologi jaringan, akan lebih memudahkan untuk akses sebuah data server meskipun dilakukan secara bersamaan. Topologi jaringan merupakan teknik yang menghubungkan antara satu kompouter dengan komputer lainnya.

Di dalam rangkaian dan membentuk sebuah jaringan. Penggunaan topologi tentu saja akan membuat proses akses data menjadi lebih simple dan mudah. Selain itu, penggunaan topologi jaringan juga akan didasarkan pada biaya, ukuran, tingkat konektivitas. Serta kecepatan akses daya yang mana dapat mempengaruhi kualitas dan efisiensi dari sebuah jaringan.

Saat ini ada banyak jenis topologi jaringan yang digunakan oleh masyarakat. Mulai dari topologi bus, topologi mesh, topologi ring, topologi linear, topologi star, topologi peer to peer.

Tentu saja penggunaan dari jenis dan masing masing topologi jaringan ini berbeda satu sama lainnya. Setiap jenis topologi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang penggunaannya harus anda sesuaikan dengan kebutuhan.

Namun kali ini akan dibahas lebih lanjut mengenai topologi peer to peer. Jenis topologi ini sebenarnya cukup sederhana karena pemasangannya hanya menggunakan dua komputer yang terhubung satu sama lainnya.

Sehingga jenis topologi ini hanya menggunakan satu kabel untuk melakukan proses pertukaran data. Berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai pengertian topologi peer to peer beserta kelebihan dan kekurangan dari penggunaan topologi peer to peer.

Pengertian Topologi Peer to Peer

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, jenis topologi peer to peer merupakan topologi jaringan yang cukup sederhana karena hanya menghubungkan 2 komputer serta menggunakan 1 buah kabel saja dalam rangkaiannya.

Topologi peer to peer merupakan jaringan di dalam komputer yang di dalam rangkaiannya hanya terdiri dari beberapa komputer saja. Bahkan tak lebih jumlahnya dari 10 komputer. Sehingga setiap komputer satu sama lainnya dapat saling berinteraksi tanpa harus adanya server. Dapat dikatakan jika setiap komputer dapat menjadi client ataupun server. Hal inilah yang merupakan konsep dari topologi peer to peer.

Skema Topologi Peer to Peer

Topologi jaringan peer to peer selalu dikaitkan dengan jenis topologi jaringan bus, namun pada topologi peer to peer memiliki bentuk komunikasi serta arah koneksinya yang tidak searah seperti pada jenis topologi bus.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Ketahui Pengertian FTP Beserta Fungsi

Di dalam jaringan topologi peer to peer, pengguna dari masing-masing perangkat komputer memiliki tanggung jawab pada administrasi resource komputer, mulai dari membuat nama user, mengshare, menandai izin akses, dan lainnya. Setiap user memiliki tanggung jawab dalam membackup data-data yang ada di dalam komputer.

Untuk pemasangan dari topologi jaringan peer to peer ini sebenarnya termasuk murah dan mudah untuk dilakukan. Jenis topologi jaringan peer to peer biasanya hanya membutuhkan 2 komputer yang memiliki kartu jaringan NIC (Network Interface Card).

Dan terhubung ke dalam jaringan yang sama. Setelah komputer dapat terhubung. Maka pengguna akan dapat membagikan data ataupun informasi kepada pengguna lainnya secara langsung dan terarah.

Kelebihan Topologi Peer to Peer

Topologi peer to peer memiliki beberapa kelebihan-kelebihan tersendiri. Berikut ini ada beberapa kelebihan dari penggunaan topologi peer to peer, antara lain adalah:

  1. Jenis topologi jaringan ini memiliki sifat independen, yang mana setiap komputer yang ada di dalam jaringan tersebut dapat melakukan berbagai hal tanpa adanya ketergantungan dari server ataupun perangkat penghubungan lainnya semisal switch, hub dan lain sebagainya.
  2. Setiap perangkat komputer yang ada di dalam jaringan topologi peer to peer dapat melakukan transfer file serta menerima file yang disesuaikan dengan kebutuhan masing masing pengguna.
  3. Biaya pengadaan dari topologi peer to peer lebih murah dibandingkan dengan jenis topologi jaringan. Hal ini dikarenakan dalam jaringan ini tidak membutuhkan komputer server ataupun perangkat penghubung lainnya di dalam jaringan.
  4. Lebih mudah diimplementasikan, hal ini dikarenakan ada banyaknya dukungan yang berasal dari perangkat lunak dan perangkat keras model terbaru.
  5. Menggunakan topologi jaringan peer to peer tidak akan memberatkan kerja komputer lainnya yang ada di dalam jaringan. Hal ini dikarenakan setiap komputer sudah menyimpan file-file yang dimilikinya dan file tersebut juga dapat digunakan dengan komputer lainnya secara bersama sama.

Kekurangan Topologi Peer to Peer

Tak hanya memiliki kelebihan saja, penggunaan topologi peer to peer juga memiliki beberapa kekurangan di dalamnya antara lain adalah:

  1. Tingkat keamanan dari jenis topologi jaringan ini dirasa kurang terjamin, hal ini dikarenakan setiap komputer di dalam jaringan tersebut memiliki sistem keamanan yang berbeda satu sama lainnya.
  2. Pengaturam serta konfigurasi dari topologi peer to peer ini dirasa lebih rumit.
  3. Konsep penyimpanan data yang ada di dalam jaringan topologi peer dimiliki oleh setiap komputer. Sehingga ketika salah satu komputer yang ada di dalam jaringan mengalami gangguan maka membuat akses data menjadi terganggu.
  4. Karena data tersebar di masing masing perangkat, maka tentu saja harus dilakukan backup di masing masing komputer.

Nah itu tadi penjelasan lengkap mengenai pengertian topologi peer to peer beserta kekurangan dan kelebihan dalam penggunaannya. Tentu saja penggunaan topologi jaringan harus disesuaikan dengan kebutuhan anda sehingga penggunaannya dapat maksimal.

  • 1
  • 2